
Daftar Isi
Pengajuan KPR mungkin terasa lebih mengintimidasi untuk pekerja lepas atau freelancer. Hal ini dikarenakan persyaratan KPR yang cukup lengkap dan menyeluruh, mulai dari kondisi rumah, riwayat keuangan peminjam dana, hingga kapasitas pembayaran peminjam. Untuk pekerja lepas, banyak ketidakpastian yang mungkin saja terjadi di tengah pembayaran KPR, sehingga membuat KPR terkesan tidak mungkin.
Lantas apa pekerja freelance masih bisa diterima layak KPR?

Tentu saja bisa. Asalkan riwayat keuangan baik dan peminjam dana memiliki kemampuan untuk membayar cicilan, tentunya bank tidak akan segan menerima pengajuan ini. Agar potensi diterima KPR lebih tinggi, coba lakukan 8 tips pengajuan KPR untuk pekerja lepas sebagai berikut.
Siapkan Uang DP Lebih Besar
Cara pertama agar KPR lebih mungkin diterima pihak bank dan juga lebih ringan untuk cicilan bulanannya adalah uang muka atau DP yang lebih besar. Dengan uang muka lebih besar, kamu bisa memilih tenor lebih pendek atau dengan biaya cicilan yang lebih ringan. Selain cicilan KPR, Anda juga akan membayar biaya lain seperti asuransi, suku bunga, dan tentunya biaya hidup kamu sehari-hari.
Lalu, berapa jumlah uang muka yang aman untuk pengajuan KPR rumah?
Umumnya, uang muka akan berada di kisaran 10% hingga 20% dari total harga rumah – kisaran ini bergantung pada ketentuan pengempang properti dan hal lain. Dengan demikian, Anda bisa menyiapkan uang DP sekitar 20% hingga 30% agar tenor dan cicilan bisa lebih ringan.
Lakukan Simulasi Cicilan
Jika Anda telah menemukan rumah yang ingin di beli, langkah selanjutnya adalah melihat simulasi cicilan KPR berdasarkan penghasilan Anda. Dengan melakukan simulasi, Sahabat NUA bisa melihat berapa banyak dana yang mungkin dikeluarkan untuk cicilan KPR secara rutin. Selain itu, Anda juga bisa membandingkan tenor yang berbeda serta perbedaan cicilan di antara banyak bank.
Singkatnya, simulasi cicilan KPR dapat membantu Anda lebih bijak memilih tenor dan bank yang sesuai dengan kemampuanmu.
Ajukan KPR saat Punya Pekerjaan Jangka Panjang
KPR mengharuskan komitmen yang tidak dapat terbilang ringan. Untuk meminimalisir resiko, Sahabat NUA bisa mengajukan KPR saat memiliki pekerjaan dengan jangka panjang. Selain itu, Anda juga bisa memprioritasikan project atau pekerjaan dengan jangka waktu panjang di kemudian hari. Hal ini dikarenakan pihak bank yang membutuhkan kepastian apakah Anda bisa membayar cicilan dengan teratur, tanpa resiko.
Dengan memiliki pekerjaan jangka panjang, tentunya pihak bank dapat lebih percaya dalam memberikan dana untuk KPR rumah Sahabat NUA. Selain itu, Anda juga bisa lebih lega dalam keuangan sehari-harinya.
Sesuaikan Harga Rumah dengan Kemampuan Bayar
Layaknya pengajuan KPR lainnya, Sahabat NUA sebaiknya memilih rumah dengan kisaran harga yang sesuai dengan kemampuan bayar dan penghasilan. Simulasi KPR yang realistis tentunya membuat pihak bank lebih mudah menerima pengajuan Anda dalam pembelian rumah. Karena nantinya, Anda tentu akan memiliki kebutuhan di luar pembayaran KPR.
Selain itu, sebaiknya cicilan KPR serta biaya rumah lainnya pada setiap bulan tidak lebih dari 30% total penghasilan. Dengan porsi pembayaran yang bijak, Sahabat NUA dapat menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan, investasi, gaya hidup, serta biaya sehari-hari.
Lunasi Utang dan Perbaiki Keuangan
Langkah lain yang bisa sertakan sebelum mengajukan KPR adalah memperbaiki keuangan. Meski penghasilan Anda terbilang layak dalam pembayaran KPR, pihak bank tetap akan memeriksa keuangan dan pengeluaran Anda untuk melihat apa Sahabat NUA dapat membayar KPR secara teratur. Hal ini dikarenakan pihak bank yang membutuhkan kepastian apakah Anda akan telat bayar cicilan atau mungkin tidak lunas dikarenakan kebiasaan. Proses pemeriksaan ini dinamakan kolektabilitas kredit.
Kolektabilitas kredit sendiri memiliki beberapa status, semakin besar statusnya, semakin ragu pihak bank dalam meminjamkan dana untuk KPR.
Simpan Invoice untuk Tiap Project
Salah satu syarat pengajuan KPR adalah slip gaji. Untuk mengganti slip gaji ini, pekerja lepas bisa menggunakan invoice untuk tiap project sebagai bukti penghasilan. Umumnya, kamu akan diminta bukti penghasilan dalam 3 bulan terakhir. Untuk berjaga-jaga, Sahabat NUA bisa menyimpan semua dokumentasi seperti rate card dan invoice untuk tiap project agar tidak kesulitan saat diminta untuk keperluan KPR.
Bayar Pajak Penghasilan
Salah satu syarat atau dokumen yang akan diminta saat mengajukan KPR adalah surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak tahunan. Pekerja lepas umumnya berkesulitan dalam persyaratan ini karena memang tidak sempat membayar pajak lantas kerepotan mengurus semua keperluannya. Jika tidak memiliki SPT pajak tahunan, pengajuan KPR dapat jadi lebih sulit.
Siapkan Dana Darurat
Hal lain yang bisa Sahabat NUA lakukan untuk kelancaran KPR adalah persiapan dana darurat. Seperti yang Anda tahu, dana darurat bisa Sahabat NUA gunakan untuk keadaan mendesak seperti kondisi medis, perbaikan rumah, dan lain-lain. Namun sebagai pekerja lepas, Anda juga bisa menggunakan dana darurat untuk cicilan KPR jika terjadi kendala dalam pekerjaan seperti client yang telat atau tidak membayar jasa Anda. Maka dari itu, siapkan 3 hingga 6 kali jumlah cicilan KPR agar cicilan tetap lancar.
Demikian, beberapa tips yang bisa Sahabat NUA praktikan untuk diterimanya pengajuan serta kelancaran KPR. Selain mengikuti tips di atas, Sahabat NUA juga bisa melihat artikel lain di Blog NUA Properti, untuk pastikan kelayakan KPR Anda. Semoga informasi ini berguna untuk pengajuan KPR Sahabat NUA, ya.
Untuk melihat informasi lebih lengkapnya, Sahabat NUA bisa kunjungi website kami di All Project NUA Properti dan dapatkan banyak penawaran yang menarik dan terbaik melalui WhatsApp Business kami.
Sumber: https://ringkas.co.id/blog/kpt-101/kpr-rumah-untuk-pekerja-freelance-apa-mungkin/

