
Dalam beberapa film yang mengusung konsep futuristik dan konsep canggihnya teknologi masa depan, Sahabat NUA mungkin pernah membayangkan bahwa transportasi di masa depan akan mengalami perkembangan pesat, seperti mobil yang dapat terbang di jalan raya, gedung pencakar langit yang futuristik, kacamata cerdas, teknologi hologram, dan lain sebagainya. Beberapa dari konsep-konsep tersebut mungkin telah menjadi kenyataan saat ini. Namun, jika kita melihat beberapa tahun ke depan, yang menjadi relevan adalah inovasi yang sedang dalam tahap pengembangan, bukan hanya sebagai prototipe.
Dalam seni tempat tinggal, tahun-tahun kedepan akan semakin banyak penduduk, yang mengakibatkan masalah tidak hanya demografi namun juga pencemaran lingkungan yang berimbas pada perubahan iklim. Beberapa perubahan telah disiasati untuk mengubah pola tinggal masyarakat agar menjadi lebih ramah lingkungan yang berimbang dengan berbagai kemudahan teknologi yang ditawarkan. Sahabat NUA bisa menyimak rangkuman di bawah ini mengenai inovasi masa depan berbasis bangunan eco-living:
- Green Building

Disebut juga sebagai gagasan tentang bangunan berkelanjutan, ini tidak hanya mencakup bangunan yang dikelilingi oleh banyak tanaman hijau. Tetapi juga mempertimbangkan empat aspek kunci terkait penerapan konsep bangunan berkelanjutan, yaitu penggunaan bahan yang ramah lingkungan, pemeliharaan kualitas sirkulasi udara dan air, penggunaan energi yang efisien, serta perhatian terhadap kesehatan, kenyamanan, dan keamanan penghuni. Tujuan utama dari menerapkan konsep bangunan berkelanjutan adalah untuk mengurangi dampak yang mungkin timbul selama pembangunan dan penggunaan bangunan tersebut.
- TOD Apartment

Apartemen TOD (Transit Oriented Development) adalah pilihan yang sesuai bagi individu yang sering berpindah tempat, karena lokasinya dirancang untuk memaksimalkan akses ke sarana transportasi umum seperti commuter line, MRT, dan LRT. Oleh karena itu, biasanya TOD menempatkan stasiun transit atau titik pemberhentian sebagai fokus utama, sementara sekitarnya dilengkapi dengan fasilitas komersial seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan. Ini memiliki potensi untuk mengurangi kepadatan populasi di daerah tersebut dan juga membantu mengendalikan masalah polusi akibat lonjakan kendaraan bermotor yang tak terkendali.
- Material Konstruksi Eco-friendly

Dalam upaya untuk meningkatkan kekuatan konstruksi bangunan sambil mempertimbangkan dampak lingkungan, berbagai inovasi sedang dikembangkan untuk menggantikan bahan-bahan umum seperti batu bata merah, hebel, dan kayu. Salah satu inovator yang menarik adalah Mycotech, yang menggunakan miselium jamur dan limbah pertanian sebagai bahan utama. Inspirasi untuk pendekatan ini terinspirasi dari pembuatan tempe, di mana jamur Rhizopus mengikat kedelai melalui akar jamur yang disebut Mycelium, mirip dengan cara Mycotech menciptakan struktur konstruksi. Hasilnya adalah konstruksi yang lebih kuat daripada batu bata, tahan api, dan terbukti tidak menyebabkan kelembaban berlebih. Selain itu, dalam konteks bangunan publik, ada juga inovasi seperti Grasscrete, yang merupakan jenis paving yang memungkinkan rumput tumbuh di tengahnya untuk meresapkan air hujan.
- Smarthome Device

Beberapa perusahaan telah terinspirasi oleh film-film futuristik untuk mengembangkan sistem rumah pintar yang mengintegrasikan segala tugas rumah dalam satu sistem yang dapat dikendalikan melalui remote. Sebagai contoh, saat ini ada lampu yang dapat mengubah warna dan suasana melalui remote, sakelar pintar ON/OFF, robot penyedot debu otomatis, kamera pengawas yang bisa diawasi dari jarak jauh, dan pemanfaatan Alexa sebagai asisten virtual yang terhubung dengan berbagai perangkat pintar atau smart device.
- Solar Cell

Panel surya tengah berkembang sehingga menjadi tren belakangan ini. Di Indonesia menurut Kementerian ESDM, pemanfaatan energi matahari baru sebesar 0,05% dari potensi yang ada. Padahal karena merupakan negara tropis dan terletak di garis khatulistiwa, sinar matahari disini sangat melimpah. Dengan menggunakan panel surya, tagihan listrik dapat berkurang hingga 50%. Saat ini kesadaran akan teknologi EBT yang ramah lingkungan sudab meningkat, namun tidak dibarengi oleh tingkat riset yang ada. Sehingga menyebabkan harga panel surya masih mahal dari segi pemasangan dan komponen.
- Community Housing

Co-housing adalah ide di mana sekelompok orang merencanakan, membiayai, dan membangun rumah bersama di lokasi yang sama, dengan ruang-ruang komunal yang dapat digunakan bersama. Manfaat co-housing termasuk mengurangi tingkat stres yang disebabkan oleh kesepian, serta menjadi alternatif untuk mengatasi harga tanah yang semakin tinggi di perkotaan. Di Indonesia, di mana lahan semakin sulit diakses dan harga properti meningkat, konsep co-housing dapat menjadi relevan. Hal ini bisa menarik minat para milenial karena biayanya cenderung lebih terjangkau dibandingkan dengan apartemen atau rumah tapak konvensional. Co-housing juga sesuai dengan sifat milenial yang suka berkumpul dan beraktivitas bersama. Saat ini, banyak milenial yang tidak lagi mengutamakan kepemilikan properti atau aset secara umum, sehingga konsep co-housing menjadi menarik bagi mereka.
- Micro atau Tiny House

Konsep rumah kecil ini sering dikaitkan sebagai tren bagi mereka yang menganut hidup minimalis. Namun, dari segi ekonomisnya konsep rumah yang kecil ini mampu mengurangi biaya akan kebutuhan tanah yang semakin mahal serta mensiasati terbatasnya lahan perkotaan. Dengan membangun secara vertikal, efisiensi biaya akan tercapai. Selain itu dari segi arsitekturnya, rumah konsep ini memiliki tipikal yang clean dan nyaman dipandang karena tidak memiliki banyak detail dalam pembangunannya.
- Rumah Tahan Gempa

Mengingat letak Indonesia yang masuk kedalam cincin api dunia, gempa menjadi salah satu momok yang ditakutkan akan mengancam keselamatan tiap masyarakat. Bangunan yang tidak kuat bisa menjadi mudah rubuh dan menimpa pemilik bangunan yang tidak dalam keadaan siaga dapat menjadi fatal. Dari permasalahan ini, banyak perusahaan yang mengembangkan struktur bangunan anti gempa. Salah satunya adalah konstruksi modular yang terdiri atas beberapa panel buatan Kementerian PUPR yang tahan akan goncangan gempa. Selain itu kelebihannya juga terdapat pada murahnya konsep bangunan ini dan kecepatan membangun yang jauh lebih efisien dibanding bangunan pada umumnya.
- Vertikal Garden

Manfaat bercocok tanam adalah menyalurkan waktu yang produktif serta mengurangi tingkat stress pekerjaan atau masalah harian. Selain itu hasil pertanian dapat dipanen kapanpun untuk kebutuhan pribadi. Bagi mereka yang mempunyai lahan sempit, menggunakan vertical garden menjadi pilihan untuk tetap bisa berkebun. Tidak hanya taman produktif, ada juga greenwall yang merupakan tanaman hias yang disusun sedemikian rupa dengan media dinding.
- Modular Office

Bagi Sahabat NUA yang mempunyai pekarangan luas, serta seringkali menghabiskan waktu dirumah karena pekerjaan yang bersifat mobile, maka membuat modular office akan menjadi tren berikutnya. Modular office merupakan ruangan kecil yang disulap menjadi lokasi kerja yang nyaman. Karena bersifat modular, maka pembuatannya pun menggunakan bahan jadi seperti bekas peti kemas. Ini juga dapat mensiasati ketergantungan pergi ke cafe dengan membuat suasana baru dan privasi ruangan yang tinggi.
- Zen House

Jika Zen living merupakan gaya hidup yang mengutamakan meditasi serta harmoni tubuh dan pikiran ala Jepang, maka Zen House adalah wadah berupa konsep arsitektur yang mendukung filosofi Zen. Meditasi Zen dipercaya dapat menghadirkan kebahagiaan dan ketenangan di dalam jiwa pemiliknya. Dari segi tata ruang, sediakan ruang kosong. Ruang kosong disini dapat memberikan efek lapang dan menjauhkan diri dari distraksi ketika ingin berelaksasi. Lalu sediakan lahan terbuka sebagai sarana hijau yang merelaksasi pikiran dari stress. Kemudian beri sentuhan berupa pot-pot tanaman dalam rumah. Dan yang terakhir, atur semuanya menjadi tata ruang yang sederhana.
Dalam beberapa tahun ke depan, inovasi masa depan berbasis bangunan eco-living akan menjadi kunci penting dalam mengatasi tantangan lingkungan yang semakin mendesak. Dengan pertumbuhan populasi yang terus meningkat, perubahan iklim, dan pencemaran lingkungan, perubahan pola tempat tinggal masyarakat menjadi suatu keharusan. Berbagai kemajuan teknologi dan konsep eco-living yang telah dikembangkan akan menjadi solusi berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan tinggal yang lebih ramah lingkungan. Dengan demikian, kita akan melihat transformasi signifikan dalam cara kita mendefinisikan dan membangun tempat tinggal di masa depan.
Untuk melihat informasi lebih lengkapnya, Sahabat NUA bisa kunjungi website kami di All Project NUA Properti dan dapatkan banyak penawaran yang menarik dan terbaik melalui WhatsApp Business kami.
Sumber: https://bobbykaisar.medium.com/inovasi-masa-depan-berbasis-bangunan-eco-living-6d3b251f3d17

