Dengan semakin gencarnya isu-isu lingkungan, kita semakin familiar dengan istilah bangunan hemat energi.
Dalam mendesain bangunan hemat energi, bisa menggunakan pendekatan active design dan passive design.
Active design adalah desain arsitektur yang menggunakan teknologi terkini agar bangunan menjadi efisien dalam penggunaan energi. Misalnya menggunakan solar panel untuk menangkap energi panas matahari, hingga teknologi rain water harvesting.
Adapun pada passive design, penggunaan energi diminimalisir dengan mengaplikasikan desain arsitektur yang merespon iklim lokal dan kondisi lahan, dan tetap memaksimalkan kenyamanan pengguna bangunan.
Passive design lebih menekankan ke desain fisik bangunan seperti desain fasad, arah hadap bangunan, letak dan ukuran jendela, sistem ventilasi bangunan, hingga tata letak ruangnya.
Mari simak 4 aspek penting dari passive design agar rumah hemat energi:
1. Orientasi Bangunan
Sumber: Pinterest – contemporist.com
Orientasi bangunan atau arah hadap bangunan berperan penting terhadap intensitas cahaya dan panas matahari yang masuk ke dalam rumah.
Rumah dengan orientasi ke utara dan selatan memiliki intensitas panas matahari yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan rumah dengan orientasi ke timur dan barat.
Sumber: Pinterest – contemporist.com
Desain fasad tertentu, seperti double skin facade, juga bisa menjadi alternatif untuk mengurangi intensitas panas matahari yang masuk ke dalam rumah, namun tetap memungkinkan adanya sirkulasi angin dan udara yang sehat.
2. Canopy And Shading
Sumber: Archdaily.com
Teknik pembayangan (shading) digunakan untuk mengatur sudut datang cahaya dan panas matahari yang masuk ke dalam ruangan.
Misalnya dengan meletakkan kanopi pada area bukaan seperti jendela dan pintu, maka panas matahari yang masuk ke dalam rumah bisa dikurangi intensitasnya, sehingga rumah tetap bisa mendapatkan cahaya matahari secara cukup, namun tidak berlebihan.
Dengan demikian penggunaan lampu di siang hari bisa dikurangi.
3. Ventilasi Udara Alami
Sumber: Archdaily.com
Passive design mengatur agar bangunan memanfaatkan ventilasi udara alami, dengan menyediakan bukaan-bukaan untuk sirkulasi udara.
Dengan menerapkan prinsip cross ventilation pada rumah, rumah pun terasa sejuk tanpa perlu menggunakan AC. Dengan demikian penggunaan energi listrik dari AC bisa diminimalisir.
4. Konfigurasi Ruang
Sumber: Pinterest
Konfigurasi ruang atau pengaturan tata letak ruang pada rumah merupakan hal penting dalam passive design.
Misalnya dengan mendesain inner courtyard pada rumah, pencahayaan dan sirkulasi udara pada setiap ruangan pun bisa terakomodir dengan baik.
Inner courtyard juga bisa memberikan dampak positif dalam hal estetika rumah dan pemandangan dari dalam rumah pun menjadi lebih menarik.
Terapkan Passive Design Untuk Efisiensi Energi Di Rumah
Sumber: Archdaily.com
Dengan memahami beberapa aspek penting dari desain pasif, sangat mungkin untuk memulai perencanaan dan penerapannya di tempat tinggal Sahabat NUA.
Sehingga, Anda juga dapat berkontribusi dalam upaya konservasi energi yang berdampak positif pada lingkungan.
Apakah Sahabat NUA tertarik memiliki properti energi efisien dengan pendekatan desain pasif?
Semoga artikel ini memberikan inspirasi bagi Sahabat NUA ya.
NUA Properti telah memiliki pengalaman dalam menciptakan hunian kelas atas yang eksklusif dan mewah. Kami dengan senang hati membantu Sahabat NUA mewujudkan impian tempat tinggal atau rumah mewah yang indah, ramah lingkungan, dan hemat energi. Semua ini dilakukan tanpa mengesampingkan gaya interior dan arsitektur sesuai dengan preferensi Anda.
Untuk melihat informasi lebih lengkapnya, Sahabat NUA bisa kunjungi website kami di All Project NUA Properti dan dapatkan banyak penawaran yang menarik dan terbaik melaluiWhatsApp Business kami.