
Apa kabar Sahabat NUA?
Setelah membahas apa itu konsep slow living dan manfaatnya bagi kesehatan mental, kali ini kita akan meninjau penerapan konsep ini dalam keseharian kita di rumah.
Slow living adalah tentang mengambil pendekatan yang lebih lambat dalam kehidupan sehari-hari. Itu bisa mencakup apa saja, mulai dari makan dengan penuh perhatian hingga merencanakan liburan yang tak biasa.
Banyak orang yang mengatakan bahwa slow living merupakan hal untuk membangun seperangkat nilai yang menyebutkan bahwa lebih cepat tidak selalu lebih baik.
Untuk mengubah keseharian Sahabat NUA menjadi slow living kita harus meyakini bahwa slow living adalah sarana yang tak ternilai yang membantu kita untuk mengelola stress, dengan tetap membumi, dan mengingat prioritas hidup kita.
Hal tersebut merupakan pola pikir untuk menempatkan kedalaman dan makna di atas atau jauh mementingkan sekadar dari konsumsi, pencapaian, apalagi kecepatan.
Jadi, berikut ini kiat cara untuk menjalani kehidupan yang lebih lambat sebagaimana dikutip dari vanillapapers.net:
- Jadikan Rumah sebagai Sanctuary

Tinggal di area perkotaan dengan ritme kehidupan serba cepat, rumah yang tenang merupakan tempat berpulang dan berlindung yang nyaman dari dunia luar. Lingkungan yang bersih dan bebas dari kekacauan memungkinkan kita untuk memulihkan tenaga dan diri dari tuntutan aktivitas sehari-hari, seperti pekerjanaan, anak-anak dan urusan lainnya yang sangat melelahkan raga, pikiran dan batin. Rumah dengan kekacauannya akan menambah beban kita, jadi lakukanlah langkah berikut ini untuk membuat rumah yang membantu untuk memulai gaya hidup slow living:
- Rapikan dan bersihkan ruangan sejenak tapi rutin agar tetap rapi dan enak di pandang.
- Pilih beberapa barang kesayangan untuk ditampilkan, seperti hiasan gerabah keramik, mainan diecast, aquarium agar sapuan mata ketika memasuki rumah terlihat menyegarkan dan sedikit memberi semangat setelah berjumpa dengan hari yang melelahkan.
- Ciptakan Oasis atau Taman dalam Rumah

Tanaman hijau dalam ruang, baik itu di taman kering maupun taman basah, memberikan manfaat luar biasa dalam menciptakan lingkungan yang menenangkan dan menyegarkan di dalam rumah. Tanaman ini tidak hanya memberikan sentuhan estetika visual yang menyenangkan, tetapi juga memiliki dampak positif pada kesejahteraan mental dan fisik penghuni rumah. Dalam taman kering, tanaman hijau mampu memberikan nuansa alami yang kontras dengan lingkungan yang cenderung kering dan keras. Sementara itu, di taman basah, tanaman hijau dapat menyeimbangkan kelembaban udara dan menciptakan suasana yang sejuk dan segar. Kehadiran tanaman hijau dalam ruang juga telah terbukti dapat mengurangi tingkat stres, meningkatkan mood, serta meningkatkan konsentrasi dan produktivitas. Oleh karena itu, menanam tanaman hijau di dalam rumah, terutama di taman kering atau taman basah, bukan hanya mempercantik ruangan, tetapi juga membawa manfaat positif bagi kesejahteraan penghuninya.
- Luangkan waktu ‘jeda’ Setiap Hari

Meluangkan waktu “jeda” setiap hari adalah kunci utama dalam mengadopsi gaya hidup slow living yang memberikan dampak positif pada kesejahteraan kita. Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan, momen jeda memberikan kesempatan untuk meresapi setiap detik, menghargai keberadaan, dan menenangkan pikiran. Dengan melibatkan diri dalam aktivitas yang menenangkan seperti meditasi, berjalan-jalan santai, atau menikmati secangkir teh tanpa terburu-buru, kita dapat menciptakan ruang untuk refleksi diri dan meningkatkan kesadaran akan kehidupan sehari-hari. Jeda harian ini juga membantu mengurangi stres, meningkatkan kreativitas, serta memberikan energi positif yang diperlukan untuk menghadapi tugas-tugas sehari-hari dengan semangat yang segar. Dengan mengadopsi gaya hidup slow living melalui waktu jeda ini, kita dapat menciptakan keseimbangan yang lebih baik antara tuntutan hidup dan kebutuhan untuk menikmati momen-momen kecil yang berharga.
Konsep slow living membawa manfaat besar bagi kesejahteraan mental kita. Slow living bukan hanya tentang mengurangi kecepatan, tetapi juga menciptakan ruang untuk meresapi setiap momen dan menemukan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan slow living di rumah melibatkan membuat rumah sebagai tempat perlindungan yang tenang, merapikan ruangan secara rutin, dan menampilkan barang-barang kesayangan untuk menciptakan lingkungan yang menyegarkan. Selain itu, menciptakan oasis atau taman dalam rumah dengan menanam tanaman hijau dapat memberikan manfaat positif pada kesejahteraan mental dan fisik. Selanjutnya, meluangkan waktu untuk ‘jeda’ setiap hari, seperti melalui aktivitas seperti meditasi atau berjalan santai, dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan kreativitas, dan memberikan energi positif. Dengan mengadopsi gaya hidup slow living, kita dapat menciptakan keseimbangan yang lebih baik antara tuntutan hidup dan kebutuhan untuk menikmati momen-momen kecil yang berharga.
Untuk melihat informasi lebih lengkapnya, Sahabat NUA bisa kunjungi website kami di All Project NUA Properti dan dapatkan banyak penawaran yang menarik dan terbaik melalui WhatsApp Business kami.
Sumber: https://vanillapapers.net/category/lifestyle/slow-living/

