
Daftar Isi

Cara menanam Urban Farming dengan Sistem Hidroponik memiliki kelebihan salah satunya yaitu mengurangi masalah budidaya yang berhubungan dengan tanah seperti jamur, serangga, serta bakteri yang ada di tanah. Sistem bercocok tanam ini tentu memiliki kelebihan yaitu lebih mudah dalam pemeliharaan seperti tidak melibatkan proses penyiangan dan pengolahan tanah. Hal ini menjadi kelebihan juga diterapkan di rumah-rumah warga yang lahannya minim.
1. Aeroponic System
Sistem aeroponic merupakan sistem hidroponik yang paling canggih dan mungkin juga memberikan hasil terbaik serta tercepat.
Hal ini dimungkinkan karena larutan nutrisi ini diberikan atau disemprotkan berbentuk kabut langsung ke akar, sehingga akar tanaman lebih mudah menyerap larutan nutrisi yang banyak mengandung oksigen.
Sementara tanaman sangat membutuhkan nutrisi dan oksigen dalam pertumbuhannya.
2. Drip System
Sistem urban farming tetes merupakan system hidroponik yang sering digunakan untuk saat ini. Sistem operasinya sederhana yaitu dengan menggunakan timer mengontrol pompa.
Pada saat pompa dihidupkan, pompa meneteskan nutrisi ke masing-masing tanaman.
Agar berdiri tegak, tanaman ditopang menggunakan media tanam lain seperti cocopit, sekam bakar, ziolit, pasir, dan sebagainya selain tanah.
3. Nutrient Film Technique (NFT)
Sistem NFT ini adalah cara urban farming yang paling populer dalam istilah hidroponik. Sistem NFT ini secara terus menerus mengalirkan nutrisi yang terlarut dalam air tanpa menggunakan timer untuk pompanya.
Nutrisi ini mengalir kedalam gully melewati akar-akar tumbuhan dan kemudian kembali lagi ke penampungan air, begitu seterusnya.
4. EBB dan Flow System
Sistem Ebb & Flow bekerja dengan cara membanjiri sementara wadah pertumbuhan dengan nutrisi sampai air pada batas tertentu, kemudian mengembalikan nutrisi itu ke dalam penampungan, begitu seterusnya.
Sistem ini memerlukan pompa yang dikoneksikan ke timer.
5. Water Culture System
Walter Culture merupakan system urban farming hidroponik yang sederhana. Wadah yang menyangga tumbuhan biasanya terbuat dari styrofoam dan mengapung langsung dengan nutrisi.
Pompa udara memompa udara ke dalam air stone yang membuat gelembung-gelembung sebagai supply oksigen ke akar-akar tanaman.
6. Wick System
Ini salah satu sistem hidroponik yang paling sederhana sekali dan biasanya digunakan oleh kalangan pemula. Sistem ini termasuk pasif, karena tidak ada part-part yang bergerak. Nutrisi mengalir ke dalam media pertumbuhan dari dalam wadah menggunakan sejenis sumbu.

Salah satu teknik menanam hidroponik yang paling canggih dan inovatif adalah Vertical Farming atau pertanian vertikal.
Teknik ini melibatkan penanaman tanaman secara vertikal dalam struktur bertingkat, seperti rak, dinding vertikal, atau menara tumbuh.
Berikut adalah beberapa teknik kunci yang digunakan dalam pertanian vertikal:
- Sistem Irigasi Terpadu: Dalam pertanian vertikal, air dan nutrisi disalurkan secara terkontrol langsung ke akar tanaman. Sistem irigasi terpadu menggunakan metode seperti irigasi tetes, irigasi NFT (Nutrient Film Technique), atau irigasi aeroponik untuk memberikan nutrisi yang tepat dan kelembaban yang diperlukan.
- Pencahayaan Buatan: Karena pertanian vertikal sering dilakukan di dalam ruangan atau area yang memiliki keterbatasan cahaya matahari, pencahayaan buatan menjadi penting. Lampu LED khusus digunakan untuk menyediakan spektrum cahaya yang optimal untuk pertumbuhan tanaman.
- Kontrol Lingkungan: Dalam pertanian vertikal, kontrol lingkungan sangat penting. Suhu, kelembaban, kadar CO2, dan tingkat pH harus dikendalikan dengan tepat agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Penggunaan sistem pengatur suhu dan kelembaban serta sensor otomatis dapat membantu menjaga kondisi lingkungan yang ideal.
- Substrat dan Media Tanam: Tanaman dalam pertanian vertikal dapat ditanam dalam berbagai substrat seperti serat kelapa, arang sekam, rockwool, atau perlite. Media tanam ini menyediakan penyangga untuk akar tanaman dan membantu menyimpan air dan nutrisi.
- Monitoring dan Automasi: Penggunaan teknologi canggih seperti sensor, sistem pengendalian otomatis, dan pemantauan jarak jauh memungkinkan pemantauan dan pengaturan yang akurat terhadap kondisi tanaman, nutrisi, dan lingkungan.
Teknik-teknik tersebut memungkinkan peningkatan efisiensi dan produktivitas dalam pertanian vertikal, dengan memaksimalkan penggunaan lahan vertikal dan menghasilkan hasil panen yang optimal. Hasil panen dari hidroponik juga dinilai lebih menyehatkan karena konsep bercocok tanam ini menerapkan sistem penanaman organik.
Selain itu, teknik ini juga memiliki potensi untuk mengurangi penggunaan air, pupuk, dan pestisida, serta memberikan solusi pertanian yang berkelanjutan di daerah perkotaan yang padat.
Dengan demikian, urban farming hidroponik bukan hanya sekadar tren, tetapi juga merupakan solusi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup di perkotaan. Dengan berinvestasi dalam metode ini, perkotaan dapat menjadi tempat yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan. Jadi, mari bersama-sama mendukung urban farming hidroponik untuk masa depan yang lebih baik di perkotaan.
Apakah Sahabat NUA tertarik untuk mencoba?
Untuk melihat informasi lebih lengkapnya, Sahabat NUA bisa kunjungi website kami di All Project NUA Properti dan dapatkan banyak penawaran yang menarik dan terbaik melalui WhatsApp Business kami.
Sumber: https://www.jurnal.id/id/blog/urban-farming/

