
Mendesain tangga untuk rumah kecil bisa menjadi tantangan tersendiri. Dengan ruang yang terbatas, tangga tidak hanya harus berfungsi dengan baik, tetapi juga harus menambah estetika dan efisiensi ruang. Memilih desain tangga yang tepat dapat mengubah sudut sempit menjadi area yang bergaya dan fungsional. Dalam artikel ini, kami akan membahas berbagai tips dan trik untuk menciptakan desain tangga yang optimal bagi rumah kecil Sahabat NUA, sehingga setiap langkah menuju lantai atas terasa nyaman dan harmonis dengan keseluruhan desain rumah.

Dengan memperhatikan tips-tips di atas, Sahabat NUA dapat merancang tangga yang tidak hanya fungsional tetapi juga estetis untuk rumah kecil Anda. Ingatlah bahwa setiap inci ruang sangat berharga, sehingga memilih desain yang tepat dapat meningkatkan kenyamanan dan keindahan hunian Anda. Jangan ragu untuk berkreasi dan mencari inspirasi dari berbagai sumber agar tangga di rumah kecil Anda menjadi elemen yang menawan dan praktis. Selamat mencoba dan semoga sukses.
Dalam rumah yang memiliki lebih dari satu lantai, tangga dibutuhkan untuk menghubungkan area bawah dan atas. Seperti elemen dalam rumah lainnya, apa yang tadinya hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan bisa menjadi elemen pelengkap dekorasi rumah bila desain tangga berhasil memadukan akurasi ukuran dan visualisasi yang artistik. Bisakah perpaduan ideal ini diciptakan di dalam keterbatasan rumah kecil? Bagaimana caranya agar desain tangga nampak cantik namun tetap fungsional dan tidak memakan tempat?
Buat kamu yang sedang di rumah saja dan ada rencana untuk merenovasi rumah pada bagian tangga, ada baiknya mengetahui cara-cara yang disarankan dalam merancang desain tangga untuk rumah kecil terlebih dahulu nih.
Memahami syarat-syarat desain tangga
Sebelum menentukan desain tangga untuk rumah kecil, sebelumnya kita wajib mengetahui apa saja syarat ideal sebuah tangga. Syarat-syarat itu antara lain:
1. Desain tangga sebaiknya sederhana dan tidak menyulitkan penggunanya. Hal ini wajib jadi pegangan agar jangan sampai tangga membuat penampakan visual rumah kecil menjadi penuh sesak.
2. Terletak di area rumah yang mudah dijangkau seluruh penghuni rumah. Di rumah kecil, efektifitas ruang adalah yang utama. Tangga sebaiknya dibuat di area yang terbuka, misalnya di ruang keluarga. Membuat tangga di ruang tamu mungkin tidak jadi pilihan sebagian besar masyarakat Indonesia, karena alasan kepantasan. Sementara membuat tangga di luar rumah jelas kurang praktis untuk mengakses tangga sewaktu-waktu.
3. Dimensi tangga sesuai dengan langkah kaki manusia. Bila penghuni rumah memiliki kebutuhan khusus, dimensi dan desain tangga sebaiknya disesuaikan. Selain itu, desain tangga juga harus memudahkan pemindahan furnitur dan perabotan rumah lainnya.
4. Berpenerangan memadai baik di siang maupun malam hari. Alasannya? Akan kami jelaskan lebih rinci di poin berikutnya.
- Penggunaan material anti selip. Lantai keramik atau material bertekstur halus lainnya cukup mengundang risiko terpeleset bagi pengguna tangga. Oleh karena itu, bila penggunaan material bertekstur halus tidak dapat dihindari atau diganti dengan material lain area tangga sebaiknya dilapisi dengan karpet. Namun pemasangan karpet pun harus rapat dan tanpa celah agar pengguna tangga tidak tersandung karpet yang menganga.
Tetapkan ide desain tangga untuk rumah kecil
Multi atau dua fungsi adalah tujuan yang sebaiknya dikedepankan saat merancang desain tangga untuk rumah kecil. Alasannya tentu saja untuk mengefektifkan pemakaian ruang. Agar kehadiran tangga tidak akan membuat rumah terasa sempit malah sebaliknya menjadi ruang penyimpanan tambahan yang sekaligus berfungsi sebagai penghubung lantai atas dan bawah, misalnya. Beberapa ide desain tangga yang sesuai untuk rumah kecil adalah:
1. Tangga merangkap rak kabinet

Salah satu solusi hemat tempat yang paling nyaman untuk menghubungkan lantai atas dan bawah adalah kombinasi antara tangga dan rak buku. Ide ini terutama akan cocok untuk unit rak buku jenis built in. Desain tangga semacam ini akan menjadi bagian atas rak buku yang menutup semua bagian dinding di bawah tangga. Tangga kecil juga bisa dibentuk dari satu set tempat penyimpanan kustom dengan tinggi rendah dengan urutan kecil, sedang, besar.
2. Tangga melayang

Di sini tangga melayang maksudnya hanya satu sisi tangga saja yang disematkan ke dinding. Tangga melayang bisa dibuat dari bahan kayu, kaca, atau logam. Tangga melayang biasanya tidak dilengkapi dengan susuran atau pegangan tangga. Tampilannya pun terlihat sangat minimalis dan futuristik. Namun, desain tangga semacam ini kurang aman khususnya untuk rumah yang dihuni para lanjut usia dan anak-anak.
3. Tangga spiral

Tangga spiral selalu jadi pilihan sempurna untuk rumah kecil. Apalagi desain terbaru tangga jenis ini hanya memakan tempat sekitar 1 meter persegi. Kolom-kolom tangga bisa dibangun dari baja, sedangkan anak tangga bisa dibuat dari berbagai bahan seperti kayu, besi, dan kaca. Selain itu, tangga spiral sudah tersedia dalam bentuk jadi sehingga tidak membutuhkan banyak waktu untuk pemasangannya. Kekurangannya, tangga spiral di pasaran umumnya terbuat dari bahan logam yang cenderung berisik kalau kita melangkah di atasnya.
4. Tangga lipat

Inilah pilihan tangga yang dijamin irit tempat. Tangga jenis ini hanya perlu digelar atau diturunkan saat hendak dipakai. Bila sudah tidak digunakan maka tangga bisa digulung atau dinaikkan. Cocok untuk area rumah yang sangat kecil, atau area lantai dua yang dirancang mirip loteng atau mezzanine.
Untuk melihat informasi lebih lengkapnya, Sahabat NUA bisa kunjungi website kami di All Project NUA Properti dan dapatkan banyak penawaran yang menarik dan terbaik melaluiWhatsApp Business kami.
Sumber: https://www.aswata.co.id/id/berita/info-tips/568-tips-membuat-desain-tangga-untuk-rumah-kecil

